Sabtu, 28 Juli 2012

Tempe wa Tahu

Bukan barang elit dan bukan pula barang mahal. Barang yang sangat merakyat. Tapi kenapa membikin gulung tikar para pengusaha. Tempe dan Tahu (2T)! Itulah barang yang mahal saat ini. Mahal lantaran bahan bakunya tidak mampu dibeli oleh produsen. Berita Kompas untuk harga kedelai mencapai Rp 8.500 per/kg-nya. Padahal sebelumnya per kilogramnya Rp 5.500. Tingginya bahan baku akan sangat berpengaruh pada harga jual. Meskipun sudah disiasati oleh produsen 2T dengan ukurannya diperkecil, tetap saja masih besar cost produksinya. Akhirnya beberapa daerah melakukan demo dengan membuang adonan dan hasil produksi 2T-nya di jalan raya sebagai bentuk protes. 


Pelajaran apa bagi kita semua?

Pemerintah

1. Punya komitmen untuk melindungi pengusaha2 kecil atau rumahan dari kelangkaan dan atau fluktuasi harga dari pasokan bahan baku.
2. Mengamankan bahan baku dengan penanaman kedelai, kalau dalam negeri kita bisa memproduksi kedelai mengapa harus impor?
3. Membuat regulasi bagi petani kedelai untuk penanaman kedelai, dan membuka lahan2 baru.
4. Mensubsidi untuk sementara dalam penanganan krisis kedelai.
5. Turun ke lapangan untuk melihat langsung kesulitan rakyat.

DPR
1. Komitmen untuk menyelesaikan kesulitan rakyat.
2. Membuat regulasi dengan pemerintah dalam penanganan krisis kedelai.
3. Melakukan pengawasan terhadap regulasi dan program yang pemerintah jalankan.
4. Turun ke lapangan untuk mengetahui jeritan rakyat.
5. Malu dan mundur mana kala tidak mampu membantu kesulitan rakyat.

Rakyat
1. Lebih Cinta produk dalam negeri
2. Mendorong para pejabat untuk perperan aktif membantu rakyat
3. Bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mengganggu orang lain untuk bekerja.

Semoga krisis kedelai segera bisa teratasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar